ALKISAH Sebuah obrolan terdengar disuatu pemukiman...


"Raja, sedang sakit perut sudah berbulan-bulan tak kunjung sembuh. Padahal sudah banyak tabib yang mencoba mengobatinya."

"Aku bisa insya Allah."

Semua mata mengarah kepada orang yang mengatakan dirinya sanggup mengobati raja. Ternyata dia adalah seorang waliyullah yang tak dikenal orang. Kerjanya mengembara dari kota ke kota.

"Kalau kau sanggup obatilah raja."

Lalu salah seorang dari mereka yang duduk mengantarnya menghadap raja.

"Apa benar kau sanggup mengobatiku, hai orang asing?"

"Sanggup insya Allah. Tetapi aku memiliki syarat."

"Apa syarat darimu, aku akan menyetujuinya, sebab aku sudah tak mampu menahan sakitku ini lagi."

"Syaratnya adalah, jika aku dapat menyembuhkanmu, maka kerajaanmu menjadi milikku."

"Apakah kau gila? Bagaimana mungkin aku menyerahkan kerajaanku kepadamu?"

"Terserah kepada raja, jika raja menginginkan kesembuhan perut raja yang terus membesar itu, maka penuhi syarat saya. Jika tidak maka saya akan meninggalkan raja."



Karena raja tak tahan lagi terhadap sakitnya, maka iapun menyanggupi syarat itu.

Sang waliyullah, mengusap perut raja sambil membaca beberapa doa kepada Allah.

Tiba-tiba raja buang angin, yang sangat keras dan lama sekali. Dan atas izin Allah, penyakit raja pun sembuh seketika.



"Wahai orang asing, aku tak pernah ingkar janji. Kerajaanku sekarang ini jadi milikmu."

"Wahai raja, kerajaanku ini, aku hadiahkan lagi kepadamu. Aku hanya ingin memberi pelajaran kepadamu, bahwa kerajaanmu beserta isinya hanyalah senilai dengan "kentut"mu tadi. Maka tak ada yang perlu kau sombongkan."


Selesai mengucapkan hal itu, sang waliyullah pergi meninggalkan raja, dan menghilang di tengah-tengah kerumunan manusia

Point pentingnya, bersyukurlah atas nikmat sehat krn dgn sehat kita bisa ibadah

Dengan sehat kita bekerja Jangan hanya bersyukur karena dapat nikmat harta.