Hari ini tanggal 11 Maret 2016 bisa di bilang adalah awal dari ketertarikan Saya mengenai website TemanAhok-Com ,
karena pada hari ini tepat nya sekitar jam 11 siang seorang teman lama menelpon sebelum sholat Jumat tadi yang menyampaikan
ke Saya tentang berita "Percobaan Meretas / Hacking" ke website TemanAhok-Com.


Singkat cerita Teman saya ini meminta bantuan Saya dan Kawan2x yang saya kenal dari Komunitas Underground atau Para "Dedemit Maya"
untuk mengecek  website TemanAhok-Com yang katanya di "hack".


Rupa2x nya Teman yang menelpon ini masuk dalam barisan pendukung Ahok juga, walaupun bukan barisan resmi nya, bisa di bilang sukarelawan yang cuma bantu2x
ngumpulin pendukung Ahok lainnya agar setor KTP / isi form, supaya Gubernur Jagoannya mencapai target dan bisa maju lewat jalur Independen.


Dengan maksud untuk tidak mengecewakan Teman lama yang minta bantuan tadi, Sedikit bimbang akhirnya terpaksa saya iya kan saja.
Walaupun saya sendiri belum tahu sampai separah apa serangan yang di maksud.


Akhirnya saya putuskan untuk melakukan "Cek & Ricek" sendiri dulu ke website TemanAhok-Com .
Selang beberapa menit browsing2x  akhirnya ketemu berita2x yang di sampaikan teman saya tadi via telpon.


Tidak sulit mencari berita detail nya karena saya cek hampir semua media online besar memberitakan semua 
"Pengumuman Lebay" yang tertera di halaman Facebook pages TemanAhok.


Terus terang bagi yang "Melek IT". pengumuman tersebut jelas terasa Janggal dan Aneh karena serangan yang di maksud Adminnya di halaman
Facebook TemanAhok-Com adalah serangan "Denial Distribute of services" atau di singkat DDOS.


Yang belum tahu apa itu DDOS, bisa cari di Google saja untuk membaca detail tentang "Penjelasan mengenai DDOS" .


Dahulu "DDOS" sendiri adalah jurus andalan dan termasuk juga jurus Pamungkas Para "Dedemit Maya" di era awal tahun 2000 an.
di era tersebut situs besar seperti Yahoo dan Hotmail serta situs besar lainnya sempat tumbang terkena Serangan DDOS ini,
Ibarat penyakit baru yang belum di ketemukan obatnya.


Namun, itu duluuuuu... duluu sekali.... sebelum Negara Api menyerang. eh ?

Sekarang ini "Serangan DDOS" tidak lagi di takuti.


Selain sudah banyak Anti DDOS dan penyedia layanan Jasa Anti DDOS ini, Teknik DDOS itu sendiri sudah semakin sulit untuk di lakukan dalam skala besar.
Sedangkan untuk serangan DDOS skala kecil tidak terlalu banyak berpengaruh terhadap server yang di serang, belum lagi tersedianya "Plugins" gratisan
yang tersedia di luaran sana untuk menangkal serangan DDOS skala kecil.


Sedangkan untuk melakukan DDOS dalam skala besar tidak segampang dahulu, butuh kapasitas bandwidth provider-provider besar untuk melakukan-nya.


Rekor Serangan DDOS terbesar tercatat saat ini adalah yang di alami situs SpamHaus , yang di serang DDOS selama seminggu
dengan kiriman traffic total nya mencapai  400Gbps , inilah serangan DDOS terbesar dalam sejarah sampai saat ini.




Namun serangan terbesar dalam sejarah "DDOS" ini pun bisa di tangkal oleh Team dari CloudFlare, perusahaan penyedia layanan Anti DDOS.
oh ya, biar Team dari TemanAhok-Com tidak panik lagi, saya sarankan untuk daftar dan menggunakan layanan CloudFlare ini.


Jangan khawatir soal biaya, CloudFlare ini gratis kok. bila TemanAhok-Com mendapat kiriman DDOS dalam skala besar baru nanti
CloudFlare akan meminta Anda untuk menggunakan layanan Premium mereka.

Lagipula dari tahun 2001 sampai 2016 Saya mengenal Para "Dedemit Maya"  jarang sekali bahkan tidak ada cerita Saya melihat ada serangan DDOS cuma dalam 1 hari.


Kesimpulan saya Team dari TemanAhok-Com yang membuat pengumuman di halaman Facebook nya, menurut saya tidak lebih dari sekedar
mencari sensasi, atau juga sebagai "Teknik Marketing".


Ini juga sebenarnya cerita lama, dulu juga ada situs online besar yang di awal-awal tahun nya masih sedikit pengunjung atau bahkan sepi dari pengunjung.
Kebetulan admin dan beberapa Team IT nya suka nongkrong juga di ruang MIRC Chat para Dedemit Maya.


Lalu  karena iseng seorang kawan yang baru dapat ilmu coba-coba melakukan hacking dan ternyata
berhasil mengubah halaman depan situs tersebut  dengan coretan-coretan  NickName para dedemit maya beserta nama kelompoknya.

Untungnya yang punya website pada saat itu juga sedang online dan hanya tertawa saja melihat situs nya di kerjain teman sendiri.

Entah karena sudah ngantuk berat, yang punya web malah membiarkan saja kreatifitas tampilan baru yang di pasang di halaman depan web nya.
Dan berniat untuk memperbaiki halaman web yang sudah di ubah  oleh teman iseng tadi seperti semula esok hari saja.

Tanpa di duga besok nya kejadian "hacking iseng" tersebut di muat di situs-situs berita dan koran nasional, gara-gara masuk berita ini
semua orang jadi tahu nama web yang di maksud, dan singkat cerita situs tersebut menjadi banyak di kunjungi orang dan mulai ramai.


Beda nya kalau kejadian dulu itu benar-benar kejadian hacking nya, sedangkan pengumuman yang di buat oleh team TemanAhok-Com ini adalah sekedar
cari sensasi karena menurut saya tidak ada serangan DDOS yang terjadi di sini.


Tebakan saya kemungkinan kalau memang sempat "lumpuh" kemarin itu
di sebabkan karena banyaknya visitor yang datang, sedangkan layanan Hosting / Server yang dari TemanAhok-com 
adalah layanan dengan Space & Bandwidth terbatas.


Lucu juga kalau ini kejadian, soalnya Hosting Plan dengan layanan Space & Bandwidth Unlimited sudah cukup murah saat ini.


Efek dari Pengumuman "Percobaan Retas" kemarin membuat pengumuman tersebut di muat di situs-situs berita besar nasional, dan ini sama saja promosi gratis.
Silahkan cek sendiri ada berapa surat kabar dan media elektronik yang mempromosikan pengumuman tersebut.

Lumayan kan hemat beberapa puluh juta rupiah di bandingkan kalau pasang berita sendiri.


Saya curiga barangkali di antara Team dari TemanAhok-Com ada "Dedemit Maya" kenalan saya dulu sampai-sampai jurus marketing gratisan
legendaris kok muncul lagi. (ha ha..)


Kemudian saya cek ternyata layanan hosting nya dari Yogyakarta, belum lagi IP address nya masih 1 range dengan IP Address CyrussNetwork.




IP address TemanAhok : 188.166.251.186
IP address Cyruss : 188.166.251.238


Saya penasaran dengan cyruss network ini karena rasa-rasa nya pernah dengar atau sering di sebut berita TV mengenai perusahaan ini, kalau tidak
salah mengenai survei-survei dsb, maafkan lah saya tidak mengerti atau memang bodoh,

Soalnya jarang nonton TV juga, lebih sering main game Tetris di rumah... :)


Ada yang menarik di webnya cyruss network ini , yakni informasi mengenai "Produk dan Layanan"  mereka,

Silahkan di baca sendiri di bawah ini :


Layanan dari CyrussNetwork.


Ok, Back to topic mengenai  analisa "Serangan DDOS" TemanAhok-Com kemarin.


Penyedia hosting yang di gunakan adalah perusahaan yang berasal dari Yogyakarta, Kota ini bisa saya sebut gudang nya "Dedemit Maya",
bahkan awal tahun 2016 ini, Nama-nama top 50 Defacer dunia yang tercatat di Zone-H beberapa di antara nya berasal dari kota ini.

Dan sudah rahasia umum di komunitas underground kalau penyedia hosting atau pengelola nya ( sysadmin ) biasanya berasal dari
kalangan "Dedemit Maya" juga.


Soalnya dari kalangan ini jarang yang mau kerja kantoran, karena sudah asyik malang melintang mencari dollar yang
beterbangan di jagat lintas dunia maya.

Jadi kalau ada "Dedemit" yang mau di bayar untuk melakukan DDOS ke hosting yang berbasis di kota ini,

sama saja membangunkan "raksasa tidur", belum lagi bila raksasa ini meminta bantuan sekutu nya dari
kota lain seperti Malang, Jambi, Medan, Jakarta, dsb.


Selain itu ada aturan tak tertulis di kalangan "Dedemit Maya" ini, yakni di larang mengganggu dan merusak
website bikinan anak bangsa atau website orang Indonesia.

Ini sudah aturan dari dulu, bila ada dedemit baru yang pamer berhasil hacking ke website anak bangsa, alamat dedemit baru
tersebut bakal di bully habis-habisan dan di caci maki sama Senior.

Belum lagi dedemit baru tersebut akan kebanjiran trojan dan virus iseng setiap kali dia muncul di komunitas,
dan jangan harap bakal bisa dapat lagi bagian ilmu dan 0day ( exploit ) terbaru dari Dedemit lain.

Singkatnya pelaku nya akan di hukum secara sosial di komunitas.


Nah bagi yang lupa mengenai aturan tak tertulis saya ingatkan kembali.


Untuk aplikasi buatan anak bangsa :
  • Bila menemukan kelemahan laporkan ke admin, kalau yang sudah terkenal / website besar , biasanya admin yang tahu terima kasih akan memberi uang jajan
  • Bila laporan di terima dan tidak ada tindak lanjutnya dari admin.  Ya sudah, anggap saja Anda belum beruntung. Barangkali Admin nya juga lagi bokek. ( he he ).
Untuk aplikasi luar :
  • Bila menemukan kelemahan, kirim proposal penawaran untuk perbaiki system nya, kalau di terima proposal nya berarti anda dapat kerjaan.
    agar peluang proposal nya di terima cukup tinggi, perhatikan fee yang Anda tulis di proposal. Minta-nya jangan terlalu besar dan jangan juga terlalu kecil.
    Anda nilai sendiri kemampuan admin website tersebut sanggup apa tidak memenuhi fee yang Anda minta.
  • Bila tidak terima proposal nya dan adminya merespond dengan kata tidak. Ya sudah pindah target lain, masih banyak calon client baru di luaran sana.
  • Bila proposal tidak di respon, kirim sampai 3 kali. Juga tidak ada jawaban. Kalau begitu ini admin yang kurang di tatar, alias admin kurang ajar.
    Silahkan exploitasi kelemahan tersebut menurut cara masing-masing. Tergantung anda nya, ada yang berubah jadi "Robin hood" ada juga yang legowo saja.


OK sekarang sudah jelas kalau dari "Dedemit Maya" Indonesia hampir di pastikan bukan pelaku nya, kalau pun ada dan itupun
sangaaaaat kecil kemungkinan-nya  ada dedemit yang mau melakukannya.


Serangan tersebut hanya serangan ddos skala kecil dan harus nya Admin nya tidak perlu panik karena ddos skala kecil
hampir-hampir tidak terasa sama sekali efek nya, dengan adminnya  yang katanya  melakukan "disable system" itu arti nya website
tidak berdampak dan masih bisa di akses dengan normal.


Saya malah bingung sendiri disable apa yang di maksud ?


Lanjut ya analisis nya karena saya masih penasaran mengenai benar atau tidak nya serangan ddos yang di umumkan Team dari
TemanAhok yang membuat Teman saya galau sampai-sampai mendadak menelpon siang tadi buat kasih kabar soal serangan ddos.


Saya berpikir barangkali lawan politik Ahok yang melakukan serangan ddos, browsing-browsing sebentar untuk cari
berita siapa saja lawan nya saat ini.

Akhirnya ketemu berita Ahok dan Lulung.

Menarik sekali baca-baca berita di media antara mereka berdua ini, seperti berbalas pantun saja.


Yang satu bicara Sumber Waras, dan yang satu lagi bicara UPS & Pajak Lamborghini.

Entah siapa yang benar, coba kalau mereka berdua berani buka-bukaan mengenai data UPS dan Sumber Waras,

dan biar masyarakat nanti nya yang mengetok palu untuk memutuskan  siapa yang benar dan  siapa yang salah.


Jangan-jangan salah semua... ?, atau salah satu yang benar... ? , atau benar semua...  ? , hanya Tuhan yang tau pasti.


Mirip juga dengan sopir bajaj, hanya Tuhan yang tahu kapan dia belok ( ha ha .. )


Walaupun jarang saya baca berita dan nonton TV, sosok Ahok saya sudah tahu cukup lama.
Karena dulu waktu berpasangan sama Jokowi sudah sering nongol kan di TV.

Sedangkan untuk sosok Lulung terus terang saja baru saya lihat belakangan ini,

dan

Pertama kali saya lihat beliau di TV,  Saya kira beliau itu pedagang baju tanah abang yang sedang di wawancara.

Baru ketika muncul tulisan Nama dan keterangannya di layar, baru Sadar saya kalau beliau seorang pejabat di DPR.

( Maafkan lah saya Pak Lulung, nama nya juga baru lihat ).


Dan setelah saya rasa cukup untuk cari info siapa saja lawan-lawan politik Ahok.

Saya pastikan semua lawan-lawan nya tidak ada dari kalangan "Melek IT" yang sanggup untuk melakukan serangan ddos.

Bahkan saya berani bertaruh traktiran 1 mangkok Bakso kalau di antara lawan-lawan politik Ahok tersebut ada yang punya website sendiri.

Jangan-jangan e-Mail saja tidak punya.


Kesimpulan : dari analisis singkat ini, saya pastikan serangan ddos terhadap website TemanAhok-Com Tidak ada.


Kemungkinan hanya "teknik marketing" atau "bandwidth nya terbatas"
yang sudah saya jelaskan di atas tadi.


Analisis ini di buat sebagai pendapat pribadi bersifat independen, dan tidak di tujukan untuk siapa pun atau
untuk kepentingan siapa pun.

Di terima atau tidak pendapat saya tidak penting bagi saya, dari dulu memang tidak urus soal politik.

Yang di jagokan terpilih atau tidak tetap saja cari makan nya sendiri.


Jika ada kesalahan dalam penulisan ini atau ada yang tersinggung gara-gara tulisan ini saya mohon maaf.

Saya sendiri tidak ada urusan, atau kepentingan sama Pemilihan Gubernur nanti karena KTP saya bukan Jakarta.


Tulisan ini di buat sebagai laporan untuk seorang Teman yang menelpon tadi siang.


Mudah-mudahan Teman saya tidak galau lagi.


Wassalam. :)

Bang Amri