Mungkin Anda sering mendengar atau melihat, seseorang yang memiliki penghasilan besar namun setelah beberapa tahun kondisi nya
seperti itu-itu saja, tidak ada peningkatan level yang berarti.

atau seseorang yang berpenghasilan pas-pas an namun mencapai kemajuan yang sangat luar biasa hanya dalam beberapa tahun.

Kenapa bisa berbeda ? padahal kondisi orang pertama sangat jauh lebih menguntungkan dari kondisi orang kedua, hal yang membuat nya berbeda
tidak lain karena orang pertama tidak menguasai ilmu manajemen keuangan atau mungkin tidak tahu, sedangkan orang kedua mengetahui ilmu ini dan
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.


coba kita lihat lebih detail kondisi sebenarnya kedua orang ini...

1. Sebut saja Mr.X , Bapak dari 2 orang anak, bekerja sebagai manajer swasta dengan gaji bersih 50 Juta / bulan .
Cash flow nya : terima gaji --> dapat tagihan baru bayar ---> pergi ke mall mendadak, dan shopping mendadak --> di ajak teman jalan langsung pergi --> investasi ke mana saja --> latah ikut bisnis apa saja --> tabungan bisa bocor secara mendadak untuk urusan mendadak pula .

Hasil akhir : tidak terencana, dan bila orang ini tidak memiliki penghasilan lagi, akan sulit untuk mempertahankan gaya hidup nya, serta bila di tanya uang nya kemana saja ? akan bingung sendiri dia menjawab nya, jawaban klise : seperti air yang menguap, habis begitu saja.

2. Sebut saja Mr.Y , Bapak dari 2 orang anak, karyawan swasta , dengan gaji bersih 15 Juta / bulan.
Cash flow : terima gaji  --> bayar tagihan tanpa perlu menunggu di tagih --> mau ke mall lihat pos keuangan dulu --> mau hiburan sama teman lihat pos keuangan dulu --> mau investasi lihat pos keuangan dulu --> ambil tabungan lihat pos keuangan dulu .

Hasil akhir : sangat terencana, semua pemasukan dan pengeluaran memiliki pos-pos keuangan masing-masing, bila kehilangan penghasilan, tetap masih bisa mempertahankan gaya hidup nya yang lama, dan sangat jelas bila di tanya uang nya kemana saja dan buat apa.


Contoh Pos-pos keuangan Mr.Y :

Pos Uang Bulanan Rumah Tangga 2015


    Belanja Pasar : 300 ribu / minggu. Maka 300 x 4 minggu = Rp.1,200,000
    PAM : Rp.250.000
    Listrik : Rp.300.000
    Jajan Sekolah : anak 1 ,5 ribu / hari, anak 2 , 5 ribu / hari. Maka 20 hari x 10 ribu  = Rp.200,000
    SPP Sekolah : anak 1 , 100 ribu,  anak 2, 100 ribu. Maka 100 ribu x 2 = Rp.200.000
    Jajan anak harian / di luar jajan sekolah :  anak 1, 5 ribu, anak 2, 5 ribu.  Maka 10 ribu x 30 hari = Rp.300.000
    Iuran satpam = Rp.75.000
    Gaji Pembantu : Rp.1,000,000
    Tabungan untuk biaya tak terduga. Rp.1,000,000 / bulan

Total semua uang bulanan Rumah Tangga : Rp.4,525,000


Pos Uang  Baju dan Aksesoris Tahunan 2015



1.    Celana bahan Hitam 7 buah : Rp.500,000
2.    Baju Kemeja Kerja 7 buah  : Rp.500,000
3.    Topi 7 buah : Rp.500,000
4.    Sepatu kerja 3 Pasang, dan Sepatu bebas 4 pasang : Rp.5,000,000
5.    Jam tangan emas 1 buah, jam tangan gaul 2 buah : Rp.5,000,000
6.    Kaos kaki 30 pasang : Rp.500,000
7.    Celana dalam 30 pasang : Rp.500,000
8.    Baju fashion 7 buah : Rp.1,000,000
9.    Celana Jeans 7 buah : Rp.2,000,000
10.  Baju, celana, kaos kaki, ikat pinggang, jam tangan,  anak-anak masing-masing 10 pasang : Rp.10,000,000

Total Semua Uang  Baju dan Aksesoris Tahunan : Rp.25,500,000


Pos Uang Hiburan tahunan 2015


1.    Liburan keluarga ke Luar Kota : Rp.35,000,000/tahun
2.    Mall & Restoran & Bioskop : Rp.20,000,000/tahun
3.    Gym & Fitness : Rp.3,000,000 / tahun


Total Uang Hiburan Tahunan : Rp.55,000,000


anda bisa menambahkan lagi pos pos keuangan lain, misal nya pos investasi bisnis, pos uang property, pos uang asuransi, pos kendaraan, pos uang hiburan, pos uang dokumen ( seperti perpanjang STNK , Balik nama BPKB, AKTE, KK, KTP, SIM ) , Pos uang bisnis / usaha , pos uang lebaran , dsb.

sehingga dengan ada nya detail pos-pos yang sudah di tulis, maka anda akan disiplin terhadap uang dan sangat terencana untuk apa penghasilan tersebut anda gunakan.


Semoga Bermanfaat.. dan selamat mengatur keuangan Anda dengan bijak :)