Berikut adalah salah satu kekejaman tentara Israel. Mereka sengaja selama 45 menit menembakkan pelurunya ke arah  yang masih berumur 11 tahun (1988-2000). Terlihat jelas bagaimana tembok di sekitar mereka berlindung berlubang karena tembakan tentara Israel.

Jamal dan anaknya yang bernama Muhammad al Durrah


Jamal terluka parah sementara anaknya Muhammad al Durrah tewas. Peristiwa itu direkam oleh Jurnalis Freelance Palestina, Talal Abu Rahma yang biasa bekerjasama dengan French 2. Hasil rekaman videonya kemudian disiarkan oleh TV Perancis, The French 2 Channel.

Muhammad dan ayahnya Jamal kemudian dibawa ke Rumah Sakit Shifa di Gaza

Jamal mengatakan bahwa anaknya meminta perlindungan ayahnya. ”Demi Allah lindungi aku ayah” kata Muhammad.

Ketika diwawancara BBC, Jamal mengatakan bahwa anaknya meminta perlindungan ayahnya. ”Demi Allah lindungi aku ayah” kata Muhammad. Namun tentara Israel terus menembak tanpa henti. Tentara Israel bahkan menembaki ambulan yang berusaha menyelamatkan mereka sehingga supirnya, Bassam al Bilbeisi tewas dan melukai lainnya.

Muhammad dan ayahnya Jamal kemudian dibawa ke Rumah Sakit Shifa di Gaza

Kekejaman tentara Israel yang tega membantai wanita dan anak-anak tak lepas dari Kitab Suci mereka, Torat, yang sudah dirubah oleh tangan mereka. Perintah Tuhan untuk membantai laki-laki dan perempuan, anak-anak dan bayi serta hewan yang tak berdosa:

“15:1. Berkatalah Samuel kepada Saul: “Aku telah diutus oleh TUHAN untuk mengurapi engkau menjadi raja atas Israel, umat-Nya; oleh sebab itu, dengarkanlah bunyi firman TUHAN.

15:2 Beginilah firman TUHAN semesta alam: Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir.

15:3 Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai.”

15:4 Lalu Saul memanggil rakyat berkumpul dan memeriksa barisan mereka di Telaim: ada dua ratus ribu orang pasukan berjalan kaki dan sepuluh ribu orang Yehuda.

15:5 Setelah Saul sampai ke kota orang Amalek, disuruhnyalah orang-orang menghadang di lembah.

15:6 Berkatalah Saul kepada orang Keni: “Berangkatlah, menjauhlah, pergilah dari tengah-tengah orang Amalek, supaya jangan kulenyapkan kamu bersama-sama dengan mereka. Bukankah kamu telah menunjukkan persahabatanmu kepada semua orang Israel, ketika mereka pergi dari Mesir?” Sesudah itu menjauhlah orang Keni dari tengah-tengah orang Amalek.

15:7 Lalu Saul memukul kalah orang Amalek mulai dari Hawila sampai ke Syur, yang di sebelah timur Mesir.

15:8 Agag, raja orang Amalek, ditangkapnya hidup-hidup, tetapi segenap rakyatnya ditumpasnya dengan mata pedang.

15:9 Tetapi Saul dan rakyat itu menyelamatkan Agag dan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun, pula anak domba dan segala yang berharga: tidak mau mereka menumpas semuanya itu. Tetapi segala hewan yang tidak berharga dan yang buruk, itulah yang ditumpas mereka.

15:10. Lalu datanglah firman TUHAN kepada Samuel, demikian:

15:11 “Aku menyesal, karena Aku telah menjadikan Saul raja, sebab ia telah berbalik dari pada Aku dan tidak melaksanakan firman-Ku.” Maka sakit hatilah Samuel dan ia berseru-seru kepada TUHAN semalam-malaman.” (I Samuel 15:1-11)


Dengan kekejaman bangsa Yahudi, tak heran jika Allah dalam surat Al Fatihah mengatakan bahwa orang Yahudi adalah orang yang dimurkai Allah (Al Maghdub)

”Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil[432], dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, (maka) sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh.” [Al Maa’idah:70]


Di bawah ini adalah kutipan dari http://en.wikipedia.org/wiki/Muhammad_al-Durrah

In an interview with the father, the BBC reported that Muhammad had pleaded with his father for protection. “For the love of God protect me, Baba (Dad),”.[16] The boy’s father told the BBC that Israeli troops had fired relentlessly, and had shot at an ambulance that tried to rescue the pair, killing the ambulance driver, Bassam al-Bilbeisi,[8] and injuring another.

The father said: “I appeal to the entire world, to all those who have seen this crime to act and help me avenge my son’s death and to put on trial Israel …” He said he planned to take Israel to the international courts.[16] In another interview, he said his son had died for “the sake of Al-Aqsa Mosque,” which was the subject of Palestinian protests at the time following a controversial visit by the Israeli politician Ariel Sharon